Rabu, 14 September 2016

DI BAWAH KASIH-MU

Assalamualaikum Wr.Wb...
Selamat pagi semuanya, semoga sehat senantiasa dan dalam lindungan serta nikmat Allah Swt..
Lagi dan lagi, Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Anda semua yang sudah mampir ke blog ini.. Bagi Saya, itu adalah sebuah apresiasi..

Sebenarnya, Saya tak pernah bermaksud untuk menggurui atau merasa yang paling hebat. Saya disini hanya menuliskan apa yang Saya rasakan.. Apa yang Saya alami, yang pernah dilihat. Ingin rasanya berbagi sebuah pengalaman, ilmu dan saling mengingatkan untuk sebuah kebaikan, apalagi jika menyangkut kedepan untuk sebuah majunya hidup.

Jadi, bila dari Anda semua mengira bahwa Saya terlalu berlebihan, Saya moho maaf sekali. Dan mohon untuk hilangkan pikiran buruk Anda jauh-jauh tentang Saya. Saya tegaskan lagi, Saya disini ingin berbagi inspirasi.

Langsung saja, pada postingan ini Saya akan menyajikan sebuah puisi yang amat spesial, serta apa makna dibalik puisi yang telah Saya buat.




                 DI BAWAH KASIH-MU









Hasil gambar untuk foto rindu pada Allah Swt





Kemana setiap burit angin
Melaju pada derak beringin
Mendesah pelan atas naung rindu
Mewujud hanya bayang syahdu

  Menjadi makin hari
  Terlunta sebab jauhnya hati
  Berjarak ribuan pun
  Melintas ranah tandus atau rimbun

Gulma pesakitan ini
Jelas-jelas gamang
Menyokong lalu mengiris
Gelap akhirnya terang

  Andai waktu berjalan cepat
  Seperti radius cahaya
  Mungkin tak akan sempurna
  Perjalanan mahabbah cinta

Tak mengapa
Dan tak kubiarkan
Cinta lain melebihi Cintaku pada-Mu
Ingin ku tunduk di bawah kasih-Mu






Mari kita ulas, era zaman sekarang ini banyak sekali anak muda yang terbawa arus pergaulan bebas. Pacaran dan yang lebih parah bisa berdampak pada perbuatan zina yang dilarang oleh Allah Swt.
Kita tengok dengan jeli, bagaimana mereka bisa dengan mudah mengucapkan kata 'Sayang' kepada para lelaki atau perempuan yang bukan mahram nya.

Memang, masa muda adalah masa dimana gejolak-gejolak rasa bermunculan, mewarnai hari. Akan tetapi, perlu diingat bahwa Allah telah memperingakan kita. Pacaran itu tidak ada dalam Islam.! Pacaran itu hanya membawa sebuah kemudharatan dan berujung pada dosa yang besar. Mari sekali lagi, untuk mencerna apa dan tujuan dri sebuah jalinan hubungan pacaran.

Tentu banyak hal yang negatif, dan hampir seluruhnya buruk. Allah telah berfirman dalam Q.S Al-Isra ayat 32 :

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

''Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ''

Pacaran sesungguhnya adalah gerbang menuju perbuatan zina. Kembali pada diri masing-masing, jalan apa yang hendak dipilih. Mendapat Cinta dari seorang pacar akan tetapi Cinta dari Allah tak didapat, atau Cinta dari Allah akan tetapi bisa juga mendapat Cinta dari jodoh yang telah Allah tetapkan.

Pacarmu belum tentu jodohmu. Jadi, " SAY NO TO PACARAN" .  Allah telah memerintahkan, maka kita harus patuh dan tunduk.

Puisi diatas, bermaksud untuk membuka hati kita. Meski jodoh yang belum kita ketahui, belum bertemu , entah dimana sekarang berada, bagaimana keadaannya, dan mungkin rindu akan dirinya. Tapi kita harus tetap istiqomah..

Carilah seseorang yang dapat mencintai dirimu, yang bisa menambah Citamu pada-Nya. Yang memadukan antara Citamu dan Cintanya agar berkuat dan bertebal juga bermuara pada Cinta yang Haq... Cinta pada Allah Swt.



Mungkin hanya itu dari Saya, adapun bila ada kesalahan Saya mohon maafyang sebesar-besarnya. Insya Allah akan diperbaiki pada postigan selanjutnya.. Terimakasih.

Wassalamualaikum WrWb..

Salam,
Syifana Qolbi Priliana_KawanDariUtara
#354

 ~Semoga Bermanfaat~

Rabu, 07 September 2016

KEKAYAAN HATI BERAKAR PADA KESYUKURAN

Assalamualaikum Wr,Wb..
   Jumpa lagi dengan Saya Syifana Qolbi Priliana. Seorang hamba Allah yang mencoba untuk terus bertafakur dengan-Nya. Bukan untuk bersombong diri, memamerkan kelebihan atau apapun yang intinya menuju pada sifat congkak, tak pernah ada niatan untuk seperti itu, bagi Saya. Sejak petama kali, Saya selalu ingin menebarkan sebuah semangat serta motivasi kepada semua orang, sebanyak-banyaknya.
   Terimakasih pula pada pengunjung yang sudah mampir ke blog Saya yang tak seberapa ini.. Meski bisa dibilang sepi dari pengunjung, tapi tak mengapa. Saya tetap mensyukurinya.. Dilihat dan dibaca oleh orang lain merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi Saya.

   Selama 14 tahun kehidupan Saya, Saya banyak menjumpai berbagai macam hal yang membuka hati Saya.. Menemui ribuan manusia dengan berbagai macam dan karakteristiknya. Ada manusia yang telahir dai keluarga yang sangat mampu tetapi sombong dan masih ingin terus mencari kekayaan duniawi yang tidak seberapa. Ada yang kaya, namun dermawan. Ada yang miskin tapi tak gentar untuk terus berjuang, ada pula yang miskin namun seringkali mengeluh. Menganggap bahwa Allah tidak mempedulikan keadaan dirinya. Serta masih banyak lagi sifat, karakter dan macam-macam manusia yang telah diciptakan oleh Allah Swt.

   Dari situ Saya bisa mengambil pelajaran yang bermakna bagi hidup Saya. Agar dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi, dan terus menjadi lebih baik lagi. Pada hakikatnya, manusia diharuskan untuk terus bersyukur. Menikmati apapun da apa saja yang telah Allah Swt berikan. Dan sebenarnya ini bersumber dari hati kita. KEKAYAAN HATI.
 
   Apabila kita miskin, tapi kita memiliki hati yang kaya, maka Insya Allah kita bisa menjadi manusia yang lebih bersyukur. Lebih sempurna lagi jika kita hidup di kalangan keluarga berada ditambah dengan kekayaan hati yang dimiliki, dan sudah selayaknya kita meningatkan level kesyukuran kita.

   Ibarat debu, yang kecil di tengah hamparan padang pasir yang sangat gersang. Debu itu tak pernah tau apa yang akan terjadi pada dirinya, kemana angin kan membawa dirinya terbang, dimana dia akan berhenti pada suatu tempat yang terkadang tak pernah ia kenal sebelumnya. Hidup itu adalah sebuah perjalanan menyusuri waktu.

   Atau seperti angin yang dengan tunduk diperintah oleh Allah untuk menghembuskan beberapa gumpalan awan. Awan pun tak menolak, terlebih lagi jika hujan menghilangkan dirinya, dia tak jua meronta. Karena? Itu semua adalah ketentuan-Nya. Sekali lagi, tak penting seberapa hebatnya kita di dunia. Seberapa tingginya jabatan yang diperoleh, seberapa kayanya harta kita. Sebab ada yag lebih hebat dan lebih dari segala-galanya melebihi kita yaitu ALLAH SWT.

   Sekali lagi, hanya Allah yang menentukan.



Hasil gambar untuk gambar padang pasir











Demikian sekelumit kata yang bisa Saya sampaikan.. Mohon maaf apabila banyak kekurangan, karena Saya adalah manusia yang jauh dari kesempurnaan, yang  memiliki banyak keterbatasan. Semoga dapa bermanfaat, terimkasih..
Jazakillah, Wassalamu'alaikum Wr, Wb.

Salam, Syifana Priliana@Sastra_Novela
#354