Jumat, 04 November 2016

SURGA YANG PALING DEKAT

Assalamualaikum Wr.Wb ...
 Apakabar semuanya? Kayaknya udah lama saya gak nongol lagi di halaman blog ini.. Tau gak sih? Sebenernya saya tuh kepingin banget nulis lagi di blog ini, tapi karena ada beberapa masalah alhasil saya jadi gak bisa untuk memposting postingan saya. Dan Alhamdulillah, kali ini saya diberi kesempatan oleh Allah untuk kembali  mengisi blog ini.
   Gak rame juga sih sebenernya, malah bisa dibilang sepi dari pengunjung. Saya ngilang aja gak ada yang nyariin.. hehe :-D . Kok malah curhat..? Semoga para visitors blog saya ini, selalu sehat dan dalam lindungan Allah Swt. Amiin..

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------



   Langsung ke topik pembahasan aja ya guys. Temanya kali ini tentang wujud bakti kita kepada kedua orang tua. Khususnya kepada Ibu. Coba ingat-ingat, apa yang telah kita lakukan untuk ibu di hari ini? Sudahkah untuk tidak membuat dia marah? Saya menulis terutama untuk mengoreksi diri sendiri dan mengingatkan sesama.

   Tahukah kita, bahwa ada surga yang paling dekat dengan kita? Surga yang selalu kita temui setiap hari ? Surga yang berada di dalam rumah.. Dialah ibu..

   Ibu, adalah wanita yang hebat. Wanita yang mulia, yang tegar, sabar, kuat dan selalu memberi perhatian , kasih sayang juga semua yang kita butuhkan tanpa kita minta. Membayangkan bahwa betapa berat dan sulitnya menjadi seorang ibu. Ibu, selalu dituntut untuk memberi kasih sayang, dan cintanya untuk anak-anaknya. Dengan pembuktian!

   Namun terkadang, banyak anak yang tak menyadari apa-apa yang telah ibu lakukan untuknya. Sekarang mari kita ulas, ibu telah mengandung selama 9 bulan. Dengan susah payah, dengan letih, dengan rasa sakit, ada seorang janin yang terus berkembang dan makin membesar dari hari ke hari. Tentunya semakin berat pula perjuangan ibu yang mengandung itu.

   Asupan yang cukup, penting untuk kesehatan ibu juga bayinya. Ibu, dengan hati yang terus bersabar mencoba untuk bertahan. Jika tiba waktunya melahirkan, dengan rasa sakit yang teramat dahsyat ibu mencoba untuk mengeluarkan sang bayi dari dalam perutnya. Sekarang coba Anda bayangkan, betapa sakitnya ibu kita kala itu. Mempertaruhkan nyawa, antara mati atau hidup.

   Betapa gembiranya hati dia ketika mengetahui anaknya selamat, juga termasuk dirinya. Dengan penuh hati-hati, ibu membelai sang bayi, menciumnya, menyusuinya, menidurkannya. Menginjak bulan, sang bayi kian tumbuh. Menjadi anak-anak yang sangat rewel. Minta ini, minta itu! Jika tidak dituruti, pasti sang anak akan menangis.

   Padahal, antara kondisi ibu dengan ibu yang lainnya adalah berbeda-beda. Ada yang berada dari kalangan mampu, dan ada yang dari kalangan kurang mampu. Yang berasal dari keluarga berkecukupan mungkin agak mudah menenangkan sang anak. Tapi, jika sang ibu erasal dari keluarga yang ekonominya pas-pas an? Dengan segala upaya, sang ibu menocoba dengan cara lain.

   Mulai dari mecoba menghiburnya, sampai terkadang ada yang berkorban untuk mencari pinjaman uang DEMI memenuhi kebutuhan anaknya. Aktivitas rumah yang tak pernah lepas dari tangannya. Tak ingatkah kita, bahwa ada koki setia yang selalu siap siaga tanpa pernah kita gaji? Sang koki itu, hanya ingin melihat pelanggannya berbahagia dan menghargai atas apa yang telah dilakukannya.

   Dialah IBU juga! Yang tak pernah putus-putus menasehati kebaikan untuk anak-anaknya. Akan tetapi kebanyakan anak malah salah tafsir! Mengatakan bahwa ibunya cerewet, galak dan segala macam. Jika sudah seperti itu, maka dimana letak rasa kasih sayangnya sebagai wujud timbal balik kepada ibu?

   Tanpa kita tahu, dalam sujud-sujud ibu, dia selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya. Makin dewasa sang anak, sang ibu semakin bahagia. Jeripayahnya tak sia-sia. Rasanya semua kebaikan yang telah ibu lakukan tak akan pernah bisa dilukiskan dengan kata-kata, meski sebanyak apapun.

   Sang anak telah memiliki keluarga baru, otomatis tentu meninggalkan keluarga lamanya, termasuk ibunya. Di satu sisi sang ibu bahagia melihat anaknya bahagia, akan tetapi sang ibu juga merasakan kesedihan. Ibu kesepian, anak yang selalu menjadi prioritas utamanya kini telah memiliki hidup baru. Sang ibu rindu dengan aktivitas yang dulu dilakukannya kepada anak-anaknya. Dia merindukan hal itu.

   Di masa senjanya, sang ibu semakin sendiri. Semua anak-anaknya telah pergi menemui kebahagiaannya masing-masing. Kini, hanya ada 2 insan di dalam rumah itu. Sang ayah juga ibu. Sementara sang anak terus disibukkan dengan urusan keluarganya sendiri. Ibu tentu seseorang yang paling merindukan anak-anaknya. Doa-doa senantiasa dipanjatkannya.


Manakala waktu ibu telah habis di dunia ini, sang ibu semakin mendung. Sakit badannya, tak ada yang tau. Ketika sang anak memiliki buah hati, ibu selalu datang. Menimang cucunya. Memberi pengarahan, atau menemani proses persalinan anak perempuannya. Tetapi lihatlah, ketika ajal kian dekat bahkan satu anaknya pun tak ada yang mengetahui. Dia menanggung semuanya sendiri. Sendirian!

  Barulah ketika ibu benar-benar pergi, berisitirahat untuk selama-lamanya, anak-anaknya datang menghampiri. Menangis meraung-raung, kehilangan sosok yang amat tegar. Kehilangan petuah yang selalu keluar dari mulutnya. Juga mengingat, betapa dia tidak berbakti kepada kedua orang tuanya, termasuk ibu. Penyesalan itu selalu ada, dan tak akan pernah hilang.

   Tengoklah, ibu tak pernah meminta balasan suatu apapun kepada kita. Hanya doa dan kebahagian dari anak-anaknyalah yang dia butuhkan. Oleh karena itu, sebelum penyesalan itu tiba, mari kita tingkatkan wujud rasa penghormatan kepada dia. Berbaktilah, berbuat baik kepada ibu, doakan ibu yang baik-baik, dan buat dia bahagia.

   Jika ibu ridho kepada kita, Allah juga ridho kepada kita. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu mendapat ridho dari nya. Ridho ibu. Betapa sangat penting ridho dari ibu..
 

Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini


وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (23)
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (24)

“Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah satu seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah menyayangi aku di waktu kecil'.” (QS. Al-Isra : 23-24)


Demikian, jaza kumullahu khoiro.. Semoga dapat diambil manfaatnya.. Kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. 

 Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Salam 354#SYIFANA QOLBI PRILIANA

Jangan lupa, komentarnya. Kalau perlu share ya.. See you all...

Rabu, 14 September 2016

DI BAWAH KASIH-MU

Assalamualaikum Wr.Wb...
Selamat pagi semuanya, semoga sehat senantiasa dan dalam lindungan serta nikmat Allah Swt..
Lagi dan lagi, Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Anda semua yang sudah mampir ke blog ini.. Bagi Saya, itu adalah sebuah apresiasi..

Sebenarnya, Saya tak pernah bermaksud untuk menggurui atau merasa yang paling hebat. Saya disini hanya menuliskan apa yang Saya rasakan.. Apa yang Saya alami, yang pernah dilihat. Ingin rasanya berbagi sebuah pengalaman, ilmu dan saling mengingatkan untuk sebuah kebaikan, apalagi jika menyangkut kedepan untuk sebuah majunya hidup.

Jadi, bila dari Anda semua mengira bahwa Saya terlalu berlebihan, Saya moho maaf sekali. Dan mohon untuk hilangkan pikiran buruk Anda jauh-jauh tentang Saya. Saya tegaskan lagi, Saya disini ingin berbagi inspirasi.

Langsung saja, pada postingan ini Saya akan menyajikan sebuah puisi yang amat spesial, serta apa makna dibalik puisi yang telah Saya buat.




                 DI BAWAH KASIH-MU









Hasil gambar untuk foto rindu pada Allah Swt





Kemana setiap burit angin
Melaju pada derak beringin
Mendesah pelan atas naung rindu
Mewujud hanya bayang syahdu

  Menjadi makin hari
  Terlunta sebab jauhnya hati
  Berjarak ribuan pun
  Melintas ranah tandus atau rimbun

Gulma pesakitan ini
Jelas-jelas gamang
Menyokong lalu mengiris
Gelap akhirnya terang

  Andai waktu berjalan cepat
  Seperti radius cahaya
  Mungkin tak akan sempurna
  Perjalanan mahabbah cinta

Tak mengapa
Dan tak kubiarkan
Cinta lain melebihi Cintaku pada-Mu
Ingin ku tunduk di bawah kasih-Mu






Mari kita ulas, era zaman sekarang ini banyak sekali anak muda yang terbawa arus pergaulan bebas. Pacaran dan yang lebih parah bisa berdampak pada perbuatan zina yang dilarang oleh Allah Swt.
Kita tengok dengan jeli, bagaimana mereka bisa dengan mudah mengucapkan kata 'Sayang' kepada para lelaki atau perempuan yang bukan mahram nya.

Memang, masa muda adalah masa dimana gejolak-gejolak rasa bermunculan, mewarnai hari. Akan tetapi, perlu diingat bahwa Allah telah memperingakan kita. Pacaran itu tidak ada dalam Islam.! Pacaran itu hanya membawa sebuah kemudharatan dan berujung pada dosa yang besar. Mari sekali lagi, untuk mencerna apa dan tujuan dri sebuah jalinan hubungan pacaran.

Tentu banyak hal yang negatif, dan hampir seluruhnya buruk. Allah telah berfirman dalam Q.S Al-Isra ayat 32 :

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

''Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ''

Pacaran sesungguhnya adalah gerbang menuju perbuatan zina. Kembali pada diri masing-masing, jalan apa yang hendak dipilih. Mendapat Cinta dari seorang pacar akan tetapi Cinta dari Allah tak didapat, atau Cinta dari Allah akan tetapi bisa juga mendapat Cinta dari jodoh yang telah Allah tetapkan.

Pacarmu belum tentu jodohmu. Jadi, " SAY NO TO PACARAN" .  Allah telah memerintahkan, maka kita harus patuh dan tunduk.

Puisi diatas, bermaksud untuk membuka hati kita. Meski jodoh yang belum kita ketahui, belum bertemu , entah dimana sekarang berada, bagaimana keadaannya, dan mungkin rindu akan dirinya. Tapi kita harus tetap istiqomah..

Carilah seseorang yang dapat mencintai dirimu, yang bisa menambah Citamu pada-Nya. Yang memadukan antara Citamu dan Cintanya agar berkuat dan bertebal juga bermuara pada Cinta yang Haq... Cinta pada Allah Swt.



Mungkin hanya itu dari Saya, adapun bila ada kesalahan Saya mohon maafyang sebesar-besarnya. Insya Allah akan diperbaiki pada postigan selanjutnya.. Terimakasih.

Wassalamualaikum WrWb..

Salam,
Syifana Qolbi Priliana_KawanDariUtara
#354

 ~Semoga Bermanfaat~

Rabu, 07 September 2016

KEKAYAAN HATI BERAKAR PADA KESYUKURAN

Assalamualaikum Wr,Wb..
   Jumpa lagi dengan Saya Syifana Qolbi Priliana. Seorang hamba Allah yang mencoba untuk terus bertafakur dengan-Nya. Bukan untuk bersombong diri, memamerkan kelebihan atau apapun yang intinya menuju pada sifat congkak, tak pernah ada niatan untuk seperti itu, bagi Saya. Sejak petama kali, Saya selalu ingin menebarkan sebuah semangat serta motivasi kepada semua orang, sebanyak-banyaknya.
   Terimakasih pula pada pengunjung yang sudah mampir ke blog Saya yang tak seberapa ini.. Meski bisa dibilang sepi dari pengunjung, tapi tak mengapa. Saya tetap mensyukurinya.. Dilihat dan dibaca oleh orang lain merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi Saya.

   Selama 14 tahun kehidupan Saya, Saya banyak menjumpai berbagai macam hal yang membuka hati Saya.. Menemui ribuan manusia dengan berbagai macam dan karakteristiknya. Ada manusia yang telahir dai keluarga yang sangat mampu tetapi sombong dan masih ingin terus mencari kekayaan duniawi yang tidak seberapa. Ada yang kaya, namun dermawan. Ada yang miskin tapi tak gentar untuk terus berjuang, ada pula yang miskin namun seringkali mengeluh. Menganggap bahwa Allah tidak mempedulikan keadaan dirinya. Serta masih banyak lagi sifat, karakter dan macam-macam manusia yang telah diciptakan oleh Allah Swt.

   Dari situ Saya bisa mengambil pelajaran yang bermakna bagi hidup Saya. Agar dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi, dan terus menjadi lebih baik lagi. Pada hakikatnya, manusia diharuskan untuk terus bersyukur. Menikmati apapun da apa saja yang telah Allah Swt berikan. Dan sebenarnya ini bersumber dari hati kita. KEKAYAAN HATI.
 
   Apabila kita miskin, tapi kita memiliki hati yang kaya, maka Insya Allah kita bisa menjadi manusia yang lebih bersyukur. Lebih sempurna lagi jika kita hidup di kalangan keluarga berada ditambah dengan kekayaan hati yang dimiliki, dan sudah selayaknya kita meningatkan level kesyukuran kita.

   Ibarat debu, yang kecil di tengah hamparan padang pasir yang sangat gersang. Debu itu tak pernah tau apa yang akan terjadi pada dirinya, kemana angin kan membawa dirinya terbang, dimana dia akan berhenti pada suatu tempat yang terkadang tak pernah ia kenal sebelumnya. Hidup itu adalah sebuah perjalanan menyusuri waktu.

   Atau seperti angin yang dengan tunduk diperintah oleh Allah untuk menghembuskan beberapa gumpalan awan. Awan pun tak menolak, terlebih lagi jika hujan menghilangkan dirinya, dia tak jua meronta. Karena? Itu semua adalah ketentuan-Nya. Sekali lagi, tak penting seberapa hebatnya kita di dunia. Seberapa tingginya jabatan yang diperoleh, seberapa kayanya harta kita. Sebab ada yag lebih hebat dan lebih dari segala-galanya melebihi kita yaitu ALLAH SWT.

   Sekali lagi, hanya Allah yang menentukan.



Hasil gambar untuk gambar padang pasir











Demikian sekelumit kata yang bisa Saya sampaikan.. Mohon maaf apabila banyak kekurangan, karena Saya adalah manusia yang jauh dari kesempurnaan, yang  memiliki banyak keterbatasan. Semoga dapa bermanfaat, terimkasih..
Jazakillah, Wassalamu'alaikum Wr, Wb.

Salam, Syifana Priliana@Sastra_Novela
#354 

Sabtu, 20 Agustus 2016

ANTARA RODA PAHLAWAN

Assalamualaikum Wr.Wb
Apakabar semua?? Semoga Anda semua dalam keadaan baik-baik saja dan sehat wal'afiat... Amin YRA...
Terimakasih Saya tujukan kepada para pengunjung yang sudah sudi menyempatkan waktunya untuk mampir ke blog ini...
Bagaimana peringatan hari 17'an di lingkungan rumah Anda?? Pastinya banyak sekali ya, momen momen peringatan 17'an yang mengisi hari kemerdekan negeri tercinta Indonesia yang ke 71... Tak hanya upacara bendera, berbagai lomba-lomba pun banyak diadakan dalam rangka peringatan HUT RI ke-71 dengan tujuan memupuk rasa gotong royong dan lebih mencintai tanah air kita...
Ngomong-ngomong di usia 71 tahun ini,, apakah Indonesia masih muda?? Tentu saja tidak,, 71 Tahun tidaklah muda lagi bagi usia suatu bangsa untuk membangun negara yang maju, adil dan berdaulat... Tak dipungkiri, Indonesia belum sepenuhnya menjadi negara maju..
Masih banyak yang perlu diperbaiki dari diri Indonesia..
Infrastruktur negara yang secepatnya harus dibenahi akan berdampak pada kemajuan Indonesia. Nyatanya, masalah demi masalah terus timbul setiap harinya seakan tak ada habis-habisnya mewarnai gejolak negeri ini.
Kemiskinan yang belum terentaskan, Pendidikan yang masih terbelakang, Kriminalitas yang makin marak, Kependudukan yang semakin meningkat dengan tanpa iringan kualitas SDM yang baik, Pergaulan remaja anak bangsa yang bebas tak terkendali dan seabrek peliknya permasalah Indonesia yang belum tuntas.
Lantas kalau sudah begini, mau dibawa kemana Negara Indonesia?? Akan diapakan nantinya??
Ingat, Pahlawan sangatlah berjasa bagi bangsa dan negara.. Tanpa Rahmat Allah dan kerja keras serta juang Pahlawan Indonesia tak akan mungkin menghirup udara Kemerdekaan..
Indonesia sepenuhnya menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyrakat bangsa Indonesia..
Indonesia membutuhkan para penerus yang mampu menumbuhkan Indonesia menjadi suatu lingkar yang jaya..
Indonesia membutuhkan kerja yang nyata, bukan ilusi atau kata yang hanya terucap di ujung lidah..
Mana Wahai Pemuda dan Pemudi Indonesia??
Mari Kita Bangkit, Kita Bangun Negera Indonesia Tercinta dengan semangat juang yang tinggi..
Menjadi Generasi yang unggul, berakhlak, yang dapat membawa Indonesia semakin maju dan jaya.! Jangan berleha-leha, berasantai diri.. Maju dan terus gebrak dunia. Buktikan bahwa Indonesia bukanlah bangsa yang mampu dianggap remeh..! Melainkan bangsa dengan kualitas tinggi..!
Coba renungkan pesan dari Bapak Anies Baswedan..
  "Anak muda memang minim pengalaman, karena itu ia tak tawarkan masa lalu. Anak muda menawarkan masa depan"
Kaum muda, jangan dulu tersanjung dengan pembelaan ini. Bacalah baik-baik dan pikirkan pesan itu..
Sepantasnya kita menjaga tumpah darah ini.. Indonesia Indonesia Indonesia..
Satu puisi untuk Indonesiaku, dariku..

ANTARA RODA PAHLAWAN

Antara Senggal nafas mereka
Masih tersisa juang merdeka
Antara peluh dan sesak mereka
Masih ada wangi kembang negeri yang merebak
Negeriku Telah Merdeka
Tapi Bukan untuk Kata Saja
Negeriku harus Merdeka
Merdeka Segala aspek dalam penjuru nyata
Persoalan pelik
Mewarnai Tanah Khatulistiwa
Merambah pada sela putik
Berjajar dengan sang Zamrud yang kian menua
Satu padu anak bangsa
Tuntaskan masalah dengan asa
Lepaskan belenggu
Demi Indonesia  maju
Tak berakhir
terus mutakhir
Jaya Menenteng
Membangun Sabang dan Merauke
Diiringi simphony Ibu pertiwi
Bangkit semua antara roda pahlawan




Mungkin hanya itu yang dapat Saya sampaikan . Kurang lebihnya mohon dimaafkan. Sampai jumpa di postingan berikutnya..
Pekik Kemerdekaan..
MERDEKA MERDEKA MERDEKA!!!
Wassalamualaikum Wr.Wb
Selamat berakhir pekan,
Salam, Syifana Qolbi Prilana
@Sastra_Novela
#354

Selasa, 09 Agustus 2016

MULIANYA WANITA CANTIK

Assalamualaikum Wr.Wb
Wanita itu identik dengan kecantikan... Ya, memang, wanita adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dengan indah, dan dengan kelembutan-kelembutan hatinya...
Pada hakikatnya, wanita itu sendiri adalah makhluk yang dimuliakan oleh Allah... Terbukti bahwa derajat seorang Ibu 3 kali lebih tinggi daripada derajatnya seorang Ayah. Itu menunjukkan bahwa wanita memang tinggi derajatnya..
Allah sangat memuliakan wanita. Lalu sebagai bentuk tanda kesyukuran kita sebagai hamba kepada-Nya, apa saja yang harus kita lakukan?
» Pertama
*Memperbaiki Diri Menjadi Pribadi yang Berakhlak Baik*
Memang tak bisa dipungkiri, bahwa manusia adalah tempat bersemayamnya dosa, dan kesalahan.. Semua orang di dunia ini, tak luput dari kesalahan suatu apapun... Akan tetapi, sebagai hamba kita wajib dan harus memperbaiki akhlak kita.
» KEDUA
*BERHIJAB Sesuai Syariat Agama*
Allah saja telah memuliakan para wanita,, masa kita  tidak memuliakan dirinya sendiri?? Aurat seorang wanita hendaklah harus dijaga.. Sebab Allah sudah memerintahkan wanita untuk menutup auratnya. Dengan cara berhijab!..
Sangat disayangkan sekali, di era modernisasi ini banyak para remaja putri khususnya muslim enggan untuk berhijab. Beribu alasan mereka ucapkan, salah satu diantaranya adalah TAKUT TIDAK CANTIk!!
Lhooh lhoh lhoh?? Ada apa ini??
Berhijab sama sekali tidak mengurangi kecantikan para ukhti sekalian... Justru dengan berhijab menjadi suatu bukti bahwa kalian adalah muslimah dengan akhlak yang cantik... Sekali lagi, berhijab bukanlah suatu halangan... Hijab is My Life!!
So, yang belum berhijab, mari tutup mahkota kita dan persembahkan hanya kepada suami kita kelak !... Ingat ya, yang tertutup (syar'i)...
» KETIGA
* Mendekatkan diri kepada Allah Swt *
Banyak sekali cara yang kita lakukan agar bisa dekat dengan Allah... Antara lain mengaji, berdzikir, sholat malam, puasa, membaca Al-qur'an dan lain-lain.
Mengapa kita harus dekat dengan Allah??
     Sebab, manusia adalah tempatnya lupa. Dengan adanya dekat dengan Allah, Insya Allah DIA akan menjaga kita dari perbuatan-perbuatan yang mudharat dan tidak menguntungkan bagi diri kita.. Sesungguhnya, tujuan manusia hidup adalah Kembali...
     Kembali pada-Nya, kembali ke akhirat. Dunia hanyalah sekejap saja, jika kita mau berpikir kembali...
Dari cara-cara diatas, masih banyak lagi yang dapat kita lakukan untuk menjadi seorang Wanita Muslimah yang Cantik lagi Mulia...  Janganlah kalian bertabaruj atau memamerkan kecantikan kalian... Karena itu semua akan memancing hawa nafsu para akhi.. Jika sudah begitu, maka dosa dan mendosakanlah kalian...
Cantik di mata Allah itu baru Luar Biasa...!
Insya Allah surga kan mudah digapai..
Apabila banyak kekurangan, mohon dimaafkan. Karena Saya disini hanya menuliskan apa yang Saya mampu.. Tak ada yang lebih mampu diatas yang lebih mampu kecuali hanya Allah Swt semata...
Akhirul Kata Wassalamualaikum Wr.Wb
Salam_Syifana|Qolbi|Priliana
@SyifanaZhaZha_SastraNovela

Sabtu, 06 Agustus 2016

MUARA KESUKSESAN

Selamat pagi semua...
Di minggu pagi ini, semoga hari-hari Anda akan terlewati secara baik dan menyenangkan... Sebelum memulai aktivitas pagi ini, admin akan suguhkan kata-kata motivasi pemberi semangat...
Oke langsung saja, cekidot...!

Kita ketahui, bahwa hidup penuh dengan lika-liku... Hidup itu, ibaratkan anak tangga, yang mana anak tangga itu membawa seseorang pada suatu muara. Sebelum sampai ke muara tersebut, disitulah seseorang diuji akan totalitas jiwa dan prioritas utama hidupnya...
Dalam perjalanan tersebut, terkadang mau tak mau harus menjumpai jalan berlubang, kerikil atau batu cadas yang menghampar di sepanjang anak tangga menuju muara tersebut..
Perlu diketahui pula, muara itu sendiri terbagi atas 2 jalur.. Yang pertama, jalur kesuksesan dan yang kedua jalur kegagalan.. Dan pada akhirnya, itu semua kembali pada diri kita masing-masing.. Jalan mana yang akan kita tempuh untuk sampai disalah satu muara tersebut...
Saya yakin sekali, bahwa tak ada satu orang pun di dunia ini yang menginginkan sebuah kegagalan. Namun, terkadang sebuah kegagalan adalah kunci untuk menuju kesuksesan. Tanpa adanya suatu kegagalan, kita tak pernah tau bagaimana rasanya sebuah perjuangan.
Sudah selayaknya, sebagai manusia harus selalu berusaha, bersabar, berdo'a, dan yang terakhir diharuskan untuk tawakal, berserah diri pada Tuhan YME. Apapun yang terjadi, kita serahkan pada yang berhak mengatur, selalu POSITIF THINKINg terhadap apa yang Tuhan berikan untuk diri kita...

DOA
USAHA
TAWAKAL
IKHTIYAR

Apabila masih ada yang kurang, mohon dimaafkan.. Karena tak ada yang sempurna di atas yang sempurna kecuali hanya DIA..  Masukan sangat membantu, selama positif...!
Selamat berakhir pekan,
Salam @SastraNovela_SyifanaZhaZha