Jumat, 04 November 2016

SURGA YANG PALING DEKAT

Assalamualaikum Wr.Wb ...
 Apakabar semuanya? Kayaknya udah lama saya gak nongol lagi di halaman blog ini.. Tau gak sih? Sebenernya saya tuh kepingin banget nulis lagi di blog ini, tapi karena ada beberapa masalah alhasil saya jadi gak bisa untuk memposting postingan saya. Dan Alhamdulillah, kali ini saya diberi kesempatan oleh Allah untuk kembali  mengisi blog ini.
   Gak rame juga sih sebenernya, malah bisa dibilang sepi dari pengunjung. Saya ngilang aja gak ada yang nyariin.. hehe :-D . Kok malah curhat..? Semoga para visitors blog saya ini, selalu sehat dan dalam lindungan Allah Swt. Amiin..

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------



   Langsung ke topik pembahasan aja ya guys. Temanya kali ini tentang wujud bakti kita kepada kedua orang tua. Khususnya kepada Ibu. Coba ingat-ingat, apa yang telah kita lakukan untuk ibu di hari ini? Sudahkah untuk tidak membuat dia marah? Saya menulis terutama untuk mengoreksi diri sendiri dan mengingatkan sesama.

   Tahukah kita, bahwa ada surga yang paling dekat dengan kita? Surga yang selalu kita temui setiap hari ? Surga yang berada di dalam rumah.. Dialah ibu..

   Ibu, adalah wanita yang hebat. Wanita yang mulia, yang tegar, sabar, kuat dan selalu memberi perhatian , kasih sayang juga semua yang kita butuhkan tanpa kita minta. Membayangkan bahwa betapa berat dan sulitnya menjadi seorang ibu. Ibu, selalu dituntut untuk memberi kasih sayang, dan cintanya untuk anak-anaknya. Dengan pembuktian!

   Namun terkadang, banyak anak yang tak menyadari apa-apa yang telah ibu lakukan untuknya. Sekarang mari kita ulas, ibu telah mengandung selama 9 bulan. Dengan susah payah, dengan letih, dengan rasa sakit, ada seorang janin yang terus berkembang dan makin membesar dari hari ke hari. Tentunya semakin berat pula perjuangan ibu yang mengandung itu.

   Asupan yang cukup, penting untuk kesehatan ibu juga bayinya. Ibu, dengan hati yang terus bersabar mencoba untuk bertahan. Jika tiba waktunya melahirkan, dengan rasa sakit yang teramat dahsyat ibu mencoba untuk mengeluarkan sang bayi dari dalam perutnya. Sekarang coba Anda bayangkan, betapa sakitnya ibu kita kala itu. Mempertaruhkan nyawa, antara mati atau hidup.

   Betapa gembiranya hati dia ketika mengetahui anaknya selamat, juga termasuk dirinya. Dengan penuh hati-hati, ibu membelai sang bayi, menciumnya, menyusuinya, menidurkannya. Menginjak bulan, sang bayi kian tumbuh. Menjadi anak-anak yang sangat rewel. Minta ini, minta itu! Jika tidak dituruti, pasti sang anak akan menangis.

   Padahal, antara kondisi ibu dengan ibu yang lainnya adalah berbeda-beda. Ada yang berada dari kalangan mampu, dan ada yang dari kalangan kurang mampu. Yang berasal dari keluarga berkecukupan mungkin agak mudah menenangkan sang anak. Tapi, jika sang ibu erasal dari keluarga yang ekonominya pas-pas an? Dengan segala upaya, sang ibu menocoba dengan cara lain.

   Mulai dari mecoba menghiburnya, sampai terkadang ada yang berkorban untuk mencari pinjaman uang DEMI memenuhi kebutuhan anaknya. Aktivitas rumah yang tak pernah lepas dari tangannya. Tak ingatkah kita, bahwa ada koki setia yang selalu siap siaga tanpa pernah kita gaji? Sang koki itu, hanya ingin melihat pelanggannya berbahagia dan menghargai atas apa yang telah dilakukannya.

   Dialah IBU juga! Yang tak pernah putus-putus menasehati kebaikan untuk anak-anaknya. Akan tetapi kebanyakan anak malah salah tafsir! Mengatakan bahwa ibunya cerewet, galak dan segala macam. Jika sudah seperti itu, maka dimana letak rasa kasih sayangnya sebagai wujud timbal balik kepada ibu?

   Tanpa kita tahu, dalam sujud-sujud ibu, dia selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya. Makin dewasa sang anak, sang ibu semakin bahagia. Jeripayahnya tak sia-sia. Rasanya semua kebaikan yang telah ibu lakukan tak akan pernah bisa dilukiskan dengan kata-kata, meski sebanyak apapun.

   Sang anak telah memiliki keluarga baru, otomatis tentu meninggalkan keluarga lamanya, termasuk ibunya. Di satu sisi sang ibu bahagia melihat anaknya bahagia, akan tetapi sang ibu juga merasakan kesedihan. Ibu kesepian, anak yang selalu menjadi prioritas utamanya kini telah memiliki hidup baru. Sang ibu rindu dengan aktivitas yang dulu dilakukannya kepada anak-anaknya. Dia merindukan hal itu.

   Di masa senjanya, sang ibu semakin sendiri. Semua anak-anaknya telah pergi menemui kebahagiaannya masing-masing. Kini, hanya ada 2 insan di dalam rumah itu. Sang ayah juga ibu. Sementara sang anak terus disibukkan dengan urusan keluarganya sendiri. Ibu tentu seseorang yang paling merindukan anak-anaknya. Doa-doa senantiasa dipanjatkannya.


Manakala waktu ibu telah habis di dunia ini, sang ibu semakin mendung. Sakit badannya, tak ada yang tau. Ketika sang anak memiliki buah hati, ibu selalu datang. Menimang cucunya. Memberi pengarahan, atau menemani proses persalinan anak perempuannya. Tetapi lihatlah, ketika ajal kian dekat bahkan satu anaknya pun tak ada yang mengetahui. Dia menanggung semuanya sendiri. Sendirian!

  Barulah ketika ibu benar-benar pergi, berisitirahat untuk selama-lamanya, anak-anaknya datang menghampiri. Menangis meraung-raung, kehilangan sosok yang amat tegar. Kehilangan petuah yang selalu keluar dari mulutnya. Juga mengingat, betapa dia tidak berbakti kepada kedua orang tuanya, termasuk ibu. Penyesalan itu selalu ada, dan tak akan pernah hilang.

   Tengoklah, ibu tak pernah meminta balasan suatu apapun kepada kita. Hanya doa dan kebahagian dari anak-anaknyalah yang dia butuhkan. Oleh karena itu, sebelum penyesalan itu tiba, mari kita tingkatkan wujud rasa penghormatan kepada dia. Berbaktilah, berbuat baik kepada ibu, doakan ibu yang baik-baik, dan buat dia bahagia.

   Jika ibu ridho kepada kita, Allah juga ridho kepada kita. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu mendapat ridho dari nya. Ridho ibu. Betapa sangat penting ridho dari ibu..
 

Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini


وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (23)
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (24)

“Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah satu seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah menyayangi aku di waktu kecil'.” (QS. Al-Isra : 23-24)


Demikian, jaza kumullahu khoiro.. Semoga dapat diambil manfaatnya.. Kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. 

 Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Salam 354#SYIFANA QOLBI PRILIANA

Jangan lupa, komentarnya. Kalau perlu share ya.. See you all...